Rabu, 03 Februari 2010

Fatimah Azzahra Adalah Wanita Penegak Kebenaran

Assalamu’alaikum wr. wb.

Tak diragukan lagi, sebagian besar problem dan masalah yang dihadapi umat manusia adalah karena kelalaiannya akan hakikat wujud kemanusiaannya, sehingga dia terjebak dalam tipuan dunia. Sebaliknya, manusia bisa mendekatkan diri kepada Tuhan saat dia mengenal dirinya dan mengetahui tugas yang harus ia lakukan dan pertanggungjawabkan kepada Allah, Sang Pencipta alam kehidupan.

Fatimah dilahirkan pada hari Jumat, 20 Jumadil akhir di Mekkah, tahun kelima setelah kerasulan Nabi Muhammad, atau sekitar tahun 614 M (menurut tradisi Syi'ah) atau tahun 606 M (menurut Sunni). Tempat beliau dilahirkan ialah di rumah ayah dan ibunya. Ia AH wafat pada tahun ke-11 Hijriyah, enam bulan setelah wafatnya Rasulullah, dan dimakamkan secara rahasia di Pemakaman Baqi', Madinah.

Fatimah Az-Zahra tumbuh menjadi seorang gadis yang tidak hanya merupakan putri dari Rasulullah, namun juga mampu menjadi salah satu orang kepercayaan ayahnya pada masa Beliau. Fatimah Az-Zahra memiliki kepribadian yang sabar,dan penyayang karena itu Fatimah Az-Zahra lebih dikenal daripada putri-putri Rasulullah yang lainnya. Rasullullah sering sekali menyebutkan nama Fatimah sebagai contoh dalam setiap ceramah Beliau, salah satunya adalah ketika Rasulullah pernah berkata " Apabila Fatimah Az-Zahra mencuri, niscaya akan kupotong tangannya dengan tanganku sendiri".

Fatimah Zahra AS, adalah seorang figur yang unggul dalam keutamaan ini. Dalam doanya, beliau sering berucap, “Ya Allah, kecilkanlah jiwaku di mataku dan tampakkanlah keagungan-Mu kepadaku. Ya Allah, sibukkanlah aku dengan tugas yang aku pikul saat Engkau menciptakanku, dan jangan Engkau sibukkan aku dengan hal-hal yang lain.”

Keikhlasan dalam beramal adalah jembatan menuju keselamatan dan keberuntungan. Manusia yang memiliki jiwa keikhlasan akan terbebas dari seluruh belenggu hawa nafsu dan akan sampai ke tahap penghambaan murni. Keikhlasan akan memberikan keindahan, kebaikan, dan kejujuran kepada seseorang. Contoh terbaik dalam hal ini dapat ditemukan pada pribadi agung Fatimah Zahra AS. Seseorang pernah bertanya kepada Imam Mahdi AS, “Siapakah di antara putri-putri Nabi yang lebih utama dan memiliki kedudukan yang lebih tinggi?” Beliau menjawab, “Fatimah.” Dia bertanya lagi, “Bagaimana Anda menyebut Fatimah sebagai yang lebih utama padahal beliau hanya hidup singkat dan tidak lama bersama Nabi?” Beliau menjawab, “Allah memberikan keutamaan dan kemuliaan ini kepada Fatimah karena keikhlasan dan ketulusan hatinya.”

Senin, 01 Februari 2010

Keindahan Tobat

Assalamu’alaikum wr. wb.

SEMOGA Allah yang Mahatahu setiap aib (kejelekan, kekurangan, dan kemaksiatan yang kita lakukan), menolong diri kita untuk berani mengakuinya. Karena orang tidak akan selamat kecuali karena ampunan Allah. Bahkan, kalau mau digabung-gabungkan kebaikan kita, satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat, satu kejelekan balasannya sesuai dengan kejelekan itu.
Allah mengajarkan kita cara bertobat sebagaimana tercantum dalam Alquran, "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan jika Engkau tidak mengampuni kami, niscaya, pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi." (Q.S. al A'raaf [7] :23).
Salah satu syarat tobat adalah menyesal. Akan tetapi, orang tidak akan pernah menyesal kalau dia tidak pernah tahu bahwa dia telah melakukan kesalahan. Oleh karena itu, beruntunglah orang-orang yang menyadari bahwa dirinya banyak dosa. Keadaan ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan orang yang merasa dirinya telah banyak beramal. Ketika orang merasa sedih dan pilu saat melihat kejelekan dirinya sendiri, itu lebih utama daripada orang yang sombong sehingga ia sangat optimis bisa menjadi ahli surga.
Rezeki terbesar dari Allah adalah ketika kita mulai berani jujur melihat kekurangan diri sendiri. Kehati-hatian untuk tidak mudah menilai orang lain, banyak memperbaiki diri, kemudian menangis dan bertobat, adalah sikap yang lebih baik dilakukan daripada menjadi ahli masjid, tetapi bersikap ujub dan takabur karena amalan-amalannya.
Kesungguhan kita bertobat insya Allah menjadi bagian dari rezeki yang besar dari Allah SWT. "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga..." (Q.S. Ali Imran [3]:133).
Ciri-ciri tobat nasuha.

Manfaat Sedekah

Assalamu’alaikum wr. wb.

Kematian memang di tangan Allah. Maka ada satu hal yang bisa membuat kematian menjadi sesuatu yang bisa ditunda, yaitu kemauan bersedekah, kemauan berbagi dan peduli.

SUATU hari, Malaikat Kematian mendatangi Nabiyallah Ibrahim, dan bertanya, “Siapa anak muda yang tadi mendatangimu wahai Ibrahim?”

“Yang anak muda tadi maksudnya?” tanya Ibrahim. “Itu sahabat sekaligus muridku.”
“Ada apa dia datang menemuimu?”
“Dia menyampaikan bahwa dia akan melangsungkan pernikahannya besok pagi.”

“Wahai Ibrahim, sayang sekali, umur anak itu tidak akan sampai besok pagi.” Habis berkata seperti itu, Malaikat Kematian pergi meninggalkan Nabiyallah Ibrahim. Hampir saja Nabiyallah Ibrahim tergerak untuk rriemberitahu anak muda tersebut, untuk menyegerakan pernikahannya malam ini, dan memberitahu tentang kematian anak muda itu besok. Tapi langkahnya terhenti. Nabiyallah Ibrahim memilih kematian tetap menjadi rahasia Allah.

Esok paginya, Nabiyallah Ibrahim ternyata melihat dan menyaksikan bahwa anak muda tersebut tetap bisa melangsungkan pernikahannya.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun, Nabiyallah Ibrahim malah melihat anak muda ini panjang umurnya.

Hingga usia anak muda ini 70 tahun, Nabiyallah Ibrahim bertanya kepada Malaikat Kematian, apakah dia berbohong tempo hari sewaktu menyampaikan bahwa anak muda itu umurnya tidak akan sampai besok pagi? Malaikat Kematian menjawab bahwa dirinya memang akan mencabut nyawa anak muda tersebut, tapi Allah menahannya.

“Apa gerangan yang membuat Allah menahan tanganmu untuk tidak mencabut nyawa anak muda tersebut, dulu?”

Manfaat Sholat

Assalamu’alaikum wr. wb.

Manfaat shalat apabila kita kembangkan betul-betul, sangat luar biasa dan canggih dibandingkan dengan yoga. Sayang sekali tidak ada universitas yang sengaja mengembangkan teknik gerakan shalat ini, apalagi yang mempelajari manajemen yang terkandung dalam bacaan shalat. Coba kita pikirkan, kenapa manajemen yang terkandung dalam shalat sangatlah canggih?

Doa Iftitah, yang kita ucapkan lima kali sehari, sebetulnya sama dengan mission statement kalau kita belajar manajemen strategi. Misi hidup yang manalagi yang lebih canggih dibandingkan dengan hanya mendapatkan keridhaan Allah, tidak musyrik dan menjalankan perbuatan islami?

Al Fatihah, yang diucapkan minimal 17 kali sehari, merupa-kan objective statement. Tujuan hidup yang mana lagi yang lebih canggih dibandingkan dengan hidup di jalan yang lurus, yaitu jalan kebaikan seperti yang diperoleh para nabi dan rasul?
Ayat-ayat lainnya setelah Al Fatihah merupakan petunjuk pelaksanaan dan pengendalian setelah selesai shalat untuk diaplikasikan dalam kehidupan .

Dakwah Abu Hurairah R.A Kepada Ibunya

Assalamu’alaikum wr. wb.

Aku mengajak ibuku yang ketika itu masih musyrik agar masuk Islam. Suatu hari, ketika aku berdakwah kepadanya, ia justru mengomeli Rasulullah Shalallahu ‘Alahi wa Sallam sehingga membuat aku kurang suka…. Maka Aku menemui Rasulullah S. A. W. sambil menangis dan kukatakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, aku sudah berusaha mengajak kepada ibuku supaya dia masuk Islam, tetapi dia malah mengomeli engkau. Tentu saja aku tidak suka dengan sikapnya itu.
Maka berdoalah kepada Allah Subhana wa Ta’ala agar Dia memberikan
petunjuk kepada ibu Abu Hurairah.” Maka beliau Rasulullah S. W. T. bersabda, mahfumnya”Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada ibu Abu Hurairah.” Aku pun keluar dari tempat beliau dengan wajah berseri karena doa Rasulullah saw tersebut. Setiba dirumah, aku langsung menuju pintu yang ternyata dalam keadaan terkunci. Ibuku yang mendengar suara langkah kakiku berkata dari dalam rumah,“Tetaplah diam ditempatmu itu wahai Abu Hurairah. “Aku mendengar suara gemericik air. Ketika itu dia sudah membukakan pintu, ibu berkata,“Wahai Abu Hurairah, aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah.“ Aku kembali menemui Rasulullah Shalallahu ‘Alahi wa Sallam dan mengabarkan keislaman ibuku. Maka beliau memuji Allah swt. Seraya bersabda,mahfumnya,“Itu adalah kebaikan dari-Nya. “Ahmad juga meriwayatkan yang serupa dengan hadist diatas.
Demikian dalam kitab Ishabah:4/241. Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah R.A

Perjalanan Rasulullah S. A. W. Ke Surga

Assalamu’alaikum wr. wb.

Ketahuilah Wahai Saudaraku : Di suatu pagi hari, Rasulullah SAW bercerita kepada para sahabatnya, bahwa semalam beliau didatangi dua orang tamu. Dua tamu itu mengajak Rasulullah untuk pergi ke suatu negeri, dan Rasul menerima ajakan mereka. Akhirnya mereka pun pergi bertiga.

Ketika dalam perjalanan, mereka mendatangi seseorang yang tengah berbaring. Tiba-tiba di dekat kepala orang itu ada orang lain yang berdiri dengan membawa sebongkah batu besar. Orang yang membawa batu besar itu dengan serta merta melemparkan batu tadi ke atas kepala orang yang sedang berbaring, maka remuklah kepalanya dan menggelindinglah batu yang dilempar tadi. Kemudian orang yang melempar batu itu berusaha memungut kembali batu tersebut. Tapi dia tidak bisa meraihnya hingga kepala yang remuk tadi kembali utuh seperti semula. Setelah batu dapat diraihnya, orang itu kembali melemparkan batu tersebut ke orang yang sedang berbaring tadi, begitu seterusnya ia melakukan hal yang serupa seperti semula.

Melihat kejadian itu, Rasulullah bertanya kepada dua orang tamu yang mengajaknya, "Maha Suci Allah, apa ini?" "Sudahlah, lanjutkan perjalanan!" jawab kedua tamu tersebut.

Maka mereka pun pergi melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan, mereka mendatangi seseorang lagi. Orang tersebut sedang terlentang dan di sebelahnya ada orang lain yang berdiri dengan membawa gergaji dari besi. Tiba-tiba digergajinya salah satu sisi wajah orang yang sedang terlentang itu hingga mulut, tenggorokan, mata, sampai tengkuknya. Kemudian si penggergaji pindah ke sisi yang lain dan melakukan hal yang sama pada sisi muka yang pertama. Orang yang menggergaji ini tidak akan pindah ke sisi wajah lainnya hingga sisi wajah si terlentang tersebut sudah kembali seperti sediakala. Jika dia pindah ke sisi wajah lainnya, dia akan menggergaji wajah si terletang itu seperti semula. Begitu seterusnya dia melakukan hal tersebut berulang-ulang.

Kebesaran Hati Rasulullah S. A. W.

Assalamu’alaikum wr. wb.

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis yahudi buta, yg setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yg mendekatinya. ''Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad dia itu orang gila,dia itu pembohong,dia itu tukang sihir. apabila kalian mendekatinya maka kalian akan di pengaruhinya. ''Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan dan tanpa berucap sepatah kata pun. Rasulullah menyuapkan makanan yg di bawanya kepada pengemis itu. Semangkan pengemis itu tidak mengetahuinya bahwa yg menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW.

Rasulullah melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat. Setelah wafatnya Rasulullah tak ada lg yg membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yaitu Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yg merupakan istri Rasulullah SAW dan beliau bertanya pd anaknya itu... ''Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yg belum aku kerjakan ?'' Aisyah RA menjawab, ''Wahai ayah, engkau sudah seorang ahli sunah dan hampir dak ada satu kebiasaan-Nya pun yg belum ayah lakukan kecuali satu saja '' apakah itu ?'' tanya Abubakar RA.

''Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dg membawakan makanan untuk se0rang pengemis yahudi buta yg ada di sana '' kata Aisyah RA. Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dg membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu padanya. Ketika Abubakar mulai menyuapinya.. Si pengemis marah sambil menghardik.

Mensyukuri Nikmatnya Beribadah Haji

Assalamu’alaikum wr. wb.

Allah SWT menjanjikan, barang siapa yang sangat ahli dalam membaca nikmat dan mensyukurinya, maka Allah akan menambah nikmat yang diberikan. Namun sebaliknya, barang siapa yang kufur serta mendustakan nikmat, maka Allah SWT akan mengubahnya menjadi azab yang sangat pedih.

Syukur adalah kunci yang membuat seseorang menjadi bahagia, menjadi mulia dan selalu diselimuti nikmat, dan sebaliknya orang yang kufur nikmat hidupnya akan selalu runyam, batinnya selalu gelisah dan bermuram durja. Orang seperti ini akan mendapatkan kemurkaan Allah SWT, karena tidak tahu bagaimana mensyukuri nikmat ini.
Datangnya jamaah haji ke tanah suci sepatutnya membuat orang tenggelam dalam lautan syukur tiada bertepi. Sepertinya orang yang datang ke tanah suci ini harus sangat malu karena jauh lebih banyak orang-orang yang lebih berhak untuk sujud di tanah suci ini. Ada orang desa yang jika malam tiba dia selalu shalat qiyamullail, air matanya terus bercucuran dalam dzikir yang selalu menggetarkan hatinya, yang hapalan Al-Qurannya tidak hanya hapal diakal tapi sudah menjadi bagian dari pribadinya, tapi belum juga sampai ke tanah suci ini.

Maka maaf saja jikalau ada jamaah haji yang begitu takabur dan sombong merasa datang ke tanah suci karena kemampuan uangnya, merasa datang ke tanah suci dengan kekayaan hartanya, dengan kedudukannya, dengan ilmunya atau dengan kekuasaaannya. Ini adalah gejala-gejala jamaah haji yang kufur nikmat karena sesungguhnya salah satu syarat syukur adalah menyadari bahwa semua ini adalah merupakan karunia Allah semata, tiada satupun yang bisa membuat kita berada di tanah suci ini kecuali hanya karena Allah SWT. Bukan karena kepintaran, bukan karena kehebatan, demi Allah, tidak ada satupun yang membuat kita bersimpuh sujud di tanah suci ini kecuali hanya Allah.

Kesenangan Di Dunia Hanya Untuk Sementara

Assalamu’alaikum wr. wb.

Saudaraku sebangsa dan setanah air
Sesungguhnya Allah telah menjadikan indah pada pandangan kita, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dimana kesenangan-kesenangan itu ternyata hanyalah sebentar dan tidak kekal, karena kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara. Namun, begitu banyak di antara kita yang terpedaya dengan kesenangan-kesenangan dunia itu sehingga membuat kita lalai dalam memperhatikan urusan akhirat. Padahal, kehidupan akhirat itu adalah lebih baik dan lebih kekal.

Demikianlah penjelasan yang ada dalam Al Qur’an: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”. (QS. Ali ‘Imran. 14). ”Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal”. (QS. Al Mu’min. 39).

”Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka**. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS. Al An’aam. 32). **) Maksudnya ialah: kesenangan-kesenangan itu hanya sebentar dan tidak kekal, Janganlah orang terpedaya dengan kesenangan-kesenangan dunia, serta lalai dalam memperhatikan urusan akhirat. ”Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal”. (QS. Al A’laa. 17).

Kelebihan Lailatul Kadar

Assalamu’alaikum wr. wb.

Ibn Umar r.a. berkata: Ada beberapa sahabat Nabi saw. telah diperlihatkan Lailatul Kadar dalam mimpi di malam dua puluh tujuh, maka Nabi saw. bersabda: Aku perhatikan impianmu bertepatan dalam malam dua puluh tujuh, maka siapa berusaha untuk mendapatkannya hendaknya berusaha mencarinya pada malam dua puluh tujuh Ramadhan. (Bukhari, Muslim).

Abu Said r.a. berkata: Kami i’tikaf bersama Nabi saw. pada malam-malam pertengahan (11-20) Ramadhan, lalu keluar pada pagi hari 20 (dua puluh) Ramadhan dan berkhotbah: Aku semalam diperlihatkan Lailatul Kadar, kemudian dilupakan, karena itu kalian cari pada malam-malam yang ganjil 21, 23, 25, 27, 29. Pada malam-malam yang terakhir, dan aku diperlihatkan seakan-akan aku sujud di atas air dan tanah, maka siapa yang i’tikaf bersama Nabi saw. hendaknya pulang. Maka kami pulang dan tiada melihat sedikit awanpun di langit, tiba-tiba datang awan dan turun hujan sehingga mengalir dari atas masjid yang terbuat dari daun kurma, kemudian terdengar iqamat untuk shalat, maka aku melihat Nabi saw. sujud di atas air dan tanah, sehingga aku melihat bekas tanah yang menempel di dahi Nabi saw. (Bukhari, Muslim).